Detak Jantung Normal Saat Olahraga
Hitung detak jantung maksimal dan lima zona latihan dari usia serta detak jantung istirahatmu.
Hasil
Cara Menggunakan
- Isi kolom di atas. Hasil muncul saat kamu mengetik, tanpa perlu menekan tombol.
- Bandingkan dengan tabel di bawah halaman bila kamu ingin angka lain sebagai pembanding.
- Rumus dan faktornya tertulis di halaman ini, jadi hasilnya bisa kamu periksa dan ulang sendiri.
Zona latihan menurut usia
Dihitung dengan rumus Tanaka (208 - 0,7 x usia) dan cadangan detak jantung.
| Usia | Detak maksimal | Zona 2 (60-70%) |
|---|
Kenapa detak istirahat ikut dihitung
Metode cadangan detak jantung (Karvonen) memakai detak istirahat sebagai titik awal, bukan nol. Orang dengan detak istirahat rendah, biasanya karena kebugaran baik, punya rentang latihan yang lebih lebar dan zona 2 yang bergeser ke angka lebih rendah.
Ukur detak istirahat saat baru bangun sebelum beranjak dari tempat tidur, selama tiga hari berturut-turut, lalu pakai rata-ratanya. Mengukurnya setelah beraktivitas akan membuat angkanya terlalu tinggi.
Cara memakai zona
Sebagian besar latihan daya tahan sebaiknya di zona 2 karena bisa dipertahankan lama dan efisien membangun kapiler serta mitokondria. Zona 3 dipakai untuk tempo berkelanjutan, sedangkan zona 4 untuk interval pendek.
Kalau kamu memakai jam tangan atau gelang kebugaran, bandingkan angkanya dengan hasil di sini. Selisih beberapa detak per menit itu normal karena sensor optik mudah terpengaruh gerakan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kenapa pakai rumus Tanaka, bukan 220 dikurangi usia?
Rumus 220 - usia mudah diingat tetapi meleset cukup jauh pada banyak orang, terutama yang berusia di atas 40 tahun. Rumus Tanaka (208 - 0,7 x usia) berasal dari data yang lebih besar dan lebih akurat.
Zona mana untuk membakar lemak?
Zona 2, sekitar 60-70 persen dari detak maksimal, membakar proporsi lemak tertinggi. Namun total kalori yang dibakar lebih kecil dibanding zona lebih tinggi, jadi volume latihan tetap menentukan.